Abstrak Deli Lilia Vol 2 No 1 September 2016

18 May 2017 |

PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya, Linn) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III DI BATURAJA KABUPATEN OKU TAHUN 2016

 

DELI  LILIA

Program Study. Imu Kesehatan Masyarakat

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-Ma’arif Baturaja

Email;Deli_lilia@yahoo.com

ABSTRAK

 

Demam Berdarah Dengue  (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, sampai saat ini masih belum ditemukan vaksin untuk DBD. Pemberantasan perkembangbiakan nyamuk yang dilakukan yaitu memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti. Dalam hal ini pencegahan yang paling efektif dilakukan adalah dengan membunuh larva dari vektor. Abate merupakan larvasida sintetis yang populer digunakan di masyarakat, akan tetapi abate menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan sekitar. Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan bahan kimia sebagai larvasida, maka diperlukan larvasida botani. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun pepaya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh ekstrak daun pepaya terhadap mortalitas larva Aedes aegypti, perbedaan rerata mortalitas larva Aedes aegypti antar perlakuan, LC50 ekstrak daun papaya.

Penelitian bersifat eksperimental dengan post test only control group design, dengan larva ujinya larva Aedes aegypti instar III. Konsentrasi yang digunakan: 0,5%, 0,6%, 0,7%, 0,8%, 0,9%, kontrol (+) yaitu abate dan kontrol (-) aquades. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam perlakuan, dengan replikasi 4 kali. Data di analisis menggunakan uji Klomogorov-Smirnov, uji Levene, dilanjutkan dengan uji Paired t-test dan uji Anova, LC50 menggunakan uji Probit.

Distribusi frekuensi rata-rata jumlah mortalitas setelah perlakuan 24 jam yaitu 13,57. Hasil analisis data uji Paired t-test didapat: ada perbedaan rerata jumlah larva sebelum perlakuan dengan jumlah kematian larva sesudah perlakuan, pada konsentrasi 0,5%, 0,6%, 0,7%, (p=0,000, 0,000, 0,001) dan tidak ada perbedaan rerata jumlah larva sebelum perlakuan dengan jumlah kematian larva sesudah perlakuan pada konsentrasi 0,8% (p=0,092), dan konsentrasi 0,9% (p=1). Hasil uji Anova, ada perbedaan bermakna rerata mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti antar pelakuan (p=0,000). LC50 ekstrak daun pepaya terjadi pada konsentrasi 0,541%.

Ada pengaruh pemberian ekstrak daun pepaya (Carica papaya, Linn) terhadap mortalitas larva Aedes aegypti Instar III, Ada perbedaan rerata mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti instar III antar perlakuan. LC50 ekstrak daun pepaya terjadi pada konsentrasi  0,541%. Perlu diadakan penelitian selanjutnya tentang senyawa bioaktif daun pepaya yang berperan dalam menyebabkan mortalitas larva, mekanisme mortalitas larva Aedes aegypti, LT50 ekstrak daun pepaya.

 

Kata kunci: Larvasida, Ekstrak daun pepaya (Carica papaya, Linn), Larva Aedes aegypti instar III.

 

ABSTRACT

 

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease transmitted through the bite of Aedes aegypti mosquito, is still not found a vaccine for dengue. Eradication of mosquito breeding is done is to break the chain of transmission of the mosquito Aedes aegypti. In this case prevention is most effectively done is to kill the larvae of the vector. Abate is a popular synthetic larvicides used in the community, but abate the negative impacts to humans and the environment. To reduce the negative impact of chemical use as larvicides, it is necessary botanical larvicides. Plant part used is papaya. The purpose of this study is the known effect of papaya extract on mortality of larvae of Aedes aegypti, the mean difference in mortality between the treatment Aedes aegypti larvae, LC50 papaya leaf extract.

Experimental studies with a post-test only control group design, with the test larval third instar larvae of Aedes aegypti. Concentrations were used: 0,5%, 0,6%, 0,7%, 0,8%, 0,9%, control (+) is abate and control (-) distilled water. Observations were made after 24 hours of treatment, with replication 4 times. Data were analyzed using the Levene test, Klomogorov-Smirnov test, followed by Paired t-test and Anova test, LC50 using Probit test.

Frequency distribution of the average amount of mortality after 24 hours of treatment ie 13,57. Results of data analysis Paired t-test showed papaya leaf extract effect on mortality of larvae of Aedes aegypti (p = 0,000). Anova test results, no significant mean differences in larval mortality between the commission of the mosquito Aedes aegypti (p = 0,000). LC50 papaya extract occurred at concentrations of 0.541%. There is the effect of papaya extract (Carica papaya, Linn) on mortality of larvae of Aedes aegypti third instar larvae, larval mortality There is a mean difference of Aedes aegypti third instar between treatments abate and papaya extract, except at a concentration of 0.8%, which is equivalent to abate and 0.9%. LC50 papaya extract occurred at concentrations of 0.541%. There should be further research on papaya leaf bioactive compounds that play a role in causing mortality of larvae, Aedes aegypti larval mortality mechanism for certain, LT50 papaya extract.

 

Keywords: larvicides, papaya leaf extract (Carica papaya, Linn), third instar larvae  of Aedes aegypti.


STIKES Al Ma'arif

Jl Dr Mohammad Hatta No 687-B Sukaraya, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia 32112, Kab. Ogan Komering Ulu
Telp : (0735) 326072 / 326072
Email: info@stikesalmaarif.ac.id