Abstrak Eko Heryanto Vol 2 No 1 September 2016

18 May 2017 |

HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN CARA MEREBUS AIR MINUM DENGAN  KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN

 

Eko Heryanto

Dosen Program Studi S.1 Kesehatan Masyarakat STIKES Al-Ma’arif Baturaja

ekoheryanto@ymail.com

 

Abstrak

Latar Belakang: Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia karena masih timbul sebagai kejadian luar biasa. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur pada tahun 2015 ditemukan kasus diare pada bayi sebanyak 9.230 kasus (31,06%). Di Wilayah Kerja  UPTD Puskesmas Bunga Mayang pada tahun 2015 ditemukan kasus Diare pada bayi sebanyak 244 kasus (43,13%). Peelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI dan cara merebus air minum dengan  kejadian diare pada bayi usia    0-6 bulan.

Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang membawa bayinya di Balai Pengobatan UPTD Puskesmas Bunga Mayang dengan rata-rata kunjungan per bulan sebanyak 43 bayi. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Analisa data yaitu analisa univariat dan analisa bivariat.

Hasil: Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak 65,1% responden bayinya tidak diare, sebanyak 62,8% responden dengan kategori pemberian MP-ASI tidak beresiko, dan sebanyak 53,5% responden dengan kategori cara merebus air minum tidak baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan  bahwa ada hubungan antara pemberian MP-ASI dengan kejadian diare pada bayi  dengan  p value 0,000. ada hubungan bermakna antara cara merebus air minum dengan kejadian diare pada bayi dengan p value 0,004.

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna pemberian MP-ASI dan cara merebus air minum dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan. Disarankan pada petugas kesehatan agar meningkatkan penyuluhan mengenai MP-ASI dengan komposisi yang baik.

 

Kata Kunci : MP-ASI, merebus air minum, diare pada bayi

 

Abstract

Background: Diarrhea is still a health problem in developed countries, included Indonesia because they arise as extraordinary events. Data from the Health Department of Ogan Ulu Timur in 2015 found cases of diarrhea in infants as much as 9230 cases (31.06%). In the Work Area UPTD Bunga Mayang Health Center in 2015 found cases of diarrhea many as 244 cases (43.13%). research aims to determined the relationship of complementary feeding and to boil drinking water to the incidence of diarrhea in infants aged 0-6 months.

Methods: : The study design used is cross sectional study design. The population of this research is all mothers who bring their babies in health centers Polyclinics UPTD Bunga Mayang by average visits per month were 43 babies. The statistical test used was chi square test. The data analysis is univariate and bivariate analysis.

Results: Based on univariate analysis results obtained as much as 65.1% of respondents infant from diarrhea, as many as 62.8% of respondents in the category of giving breast milk is not at risk, and as much as 53.5% of respondents in the category of boiling water is not good. The results of the bivariate analysis showed that there is a relationship between the administration of MP-ASI with the incidence of diarrhea in infants with a p value of 0.000. No significant relationship between drinking water to boil with the incident of diarrhea in infants with a p value of 0.004.

Conclusion: Based on the results of the study it can be concluded that there is a meaningful relationship giving breast milk to boil drinking water and the incident of diarrhea in infants aged 0-6 months.

 

Keywords: breast milk, boil drinking water, diarrhea in infants

 


STIKES Al Ma'arif

Jl Dr Mohammad Hatta No 687-B Sukaraya, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia 32112, Kab. Ogan Komering Ulu
Telp : (0735) 326072 / 326072
Email: info@stikesalmaarif.ac.id