Abstrak Yurike Gitanurani, Dina Dwi Nuryani Vol 2 No 1 September 2016

18 May 2017 |

Hubungan Pemakaian Kelambu, Kebiasaan Begadang dan Penggunaan Obat Nyamuk dengan Kejadian Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2015

 

Yurike Gitanurani¹, Dina Dwi Nuryani²

Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Email: dina@malahayati.ac.id

ABSTRAK

 

Pendahuluan: Malaria secara epidemiologi merupakan penyakit menular yang lokal spesifik, pada sebagian daerah. Provinsi Lampung merupakan daerah endemis. Salah satu kecamatan yang dinyatakan sebagai daerah endemis malaria adalah Kecamatan Rajabasa dengan angka kejadian malaria 1.089 kasus. Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan pemakaian kelambu, kebiasaan begadang, dan penggunaan obat nyamuk dengan kejadian malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Kecamatan Rajabasa Tahun 2015.

Metode Penelitian: penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa 22.663 jiwa. Sampel 90 kasus dan 90 kontrol. Analisis data yang digunakan yaitu Chi Square.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini diketahui bahwa ada hubungan antara pemakaian kelambu dengan kejadian malaria (p-value = 0,0005 ; OR = 3,8), ada hubungan antara kebiasaan begadang dengan kejadian malaria (p-value = 0,0005 ; OR = 3,5) dan ada hubungan antara penggunaan obat nyamuk dengan kejadian malaria (p-value = 0,0005 ; OR = 6,8).

Kesimpulan: ada hubungan antara pemakaian kelambu dengan kejadian malaria, ada hubungan antara kebiasaan begadang dengan kejadian malaria dan ada hubungan antara penggunaan obat nyamuk dengan kejadian malaria.

 

Kata Kunci: Pemakaian kelambu, kebiasaan begadang, penggunaan obat  nyamuk, kejadian malaria.

 

ABSTRACT

 

Background: Malaria is an infectious disease epidemiology in the local specifics, in the most areas. The province of Lampung are the endemic of malaria. One of the towns declared a malaria endemic area are Sub-district of Rajabasa with the number of malaria incident 1.089 cases. This research has aimed to know the relationship of wearing bed net, habits of staying up and use mosquito repellent with the incidence of malaria in the region of health center Rajabasa Sub-district Rajabasa Lampung Selatan Regency In 2015.

Methods: This research is quantitative approach with case control design. The study population was the entire society in Puskesmas Rajabasa 22.663 inhabitants. Sample of 90 cases and 90 controls. Analysis of the data used is Chi Square.

Result: Results of this research note that there is a relationship between the use of mosquito nets to malaria incidence (p-value = 0.0005; OR = 3.8), no habit of staying up anatara relationship with malaria incidence (p-value = 0.0005; OR = 3.5) and there the relationship between the use of insect repellent with malaria incidence (p-value = 0.0005; OR = 6.8). Advice on health care institution for the need to increase outreach efforts and understanding of the risks in order to change the behavior of people who are at risk for malaria with the use of shirts and pants, use insect repellent and increasing the use of mosquito nets coverage either by way of distribution of insecticide-treated nets and valance treatments right way.

Conclusion: there is a relationship between the use of mosquito nets to malaria incidence, no habit of staying up relationship with malaria incidence and there the relationship between the use of insect repellent with malaria incidence.

 

Keywords: Bed net used, habits of staying up and use mosquito repellent, the  incidence of  malaria.


STIKES Al Ma'arif

Jl Dr Mohammad Hatta No 687-B Sukaraya, Baturaja, Sumatera Selatan, Indonesia 32112, Kab. Ogan Komering Ulu
Telp : (0735) 326072 / 326072
Email: info@stikesalmaarif.ac.id